Penyakit Beri Beri

Hai kawan, pada kesempatan kali ini aku akan coba sedikit membahas tentang salah satu penyakit yang mungkin sebenarnya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Hmmmmm, mengapa tidak asing? Ya, kalau tidak salah ingat, pada kita duduk di bangku SD penyakit ini sudah banyak sekali dibahas, tapi nggak apalah, untuk menyegarkan lagi ingatan kita tentang penyakit ini maka sekarang aku coba share tentang penyakit ini. Mulai ok?

Penyakit beri-beri adalah penyakit yang mengenai saraf yang disebabkan oleh kekurangan makanan pada bagian yang disebut sebagai ancurian atau thiamin (kekurangan vitamin B1). Zat tersebut ditemukan opleh Dr. Eykman. Vitamin B1 banyak terdapat pada kulit ari beras, ragi, susu, buah dan sayuran segar. Karena kurangan vitamin inilah maka pertukaran hidrat arang jadi terganggu. Inilah yang menyebabkan sesorang itu akan terkena penyakit beri-beri.

Pada abad ke-19 penyakit ini sempat mewabah, umumnya, penyakit beri-beri banyak menyerang masyarakat yang makanan pokoknya beras giling seperti di Indonesia, India, China, Jepang, Malaysia, dan lainnya. Penyakit beri-beri ini merupakan penyakit yang sangat mengerikan, penderita bisa meradang dan meninggal dunia dalam waktu yang sangat dekat. Sedangkan nama beri-beri ini berasal dari nama hewan biri-biri karena penderita beri-beri berjalan dengan gaya jalan seperti biri-biri karena gangguan motorik akibat polineuritis.

Lalu seperti apa saja gejala-gejala yang terjadi pada penderita penyakit ini? Secara umum gejala-gejala yang sering timbul pada Penderita penyakit beri-beri diantaranya adalah:

  • • Nafsu makan sangat berkurang.
  • • Tungkai lekas capai bila berdiri atau berjalan yang agak lama.
  • • Kaki dan tangan terasa kesemutan dan lemas.
  • • Urat-urat pada betis terasa sakit dan sulit kalau hendak berjalan.
  • • Tumit terasa pegal.
  • • Kaki kelihatan bengkak, dan kalau ditekan dengan ujung jempol terjadilah lekukan yang sulit pulih.

Seperti yang disebutkan diatas, bahwa penderita beri-beri ternyata disebabkan kekurangan vitamin B1 (tiamina) yang biasa terdapat pada bagian terluar beras tumbuk atau bagian dedaknya. Pada beras giling yang berwarna putih bersih kulit arinya hilang karena gilingan beras. Padahal, kulit ari ini banyak mengandungtiamina. Sebaliknya, beras tumbuk yang berwarna kusam justru masih banyak mengandung vitamin B1 ini. Selain itu, Penyakit beri-beri ini tidak mengenal jenis kelamin dan usia, karenanya penyakit tersebut dapat terkena pada siapapun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Bayi yang mendapat air susu ibu (ASI) pun bisa menderita beri-beri apabila ibunya kekurangan vitamin B1. Gejalanya akan muncul sebelum bayi berumur empat bulan. Bila sang ibu terserang beri-beri selama hamil, maka bayi yang dilahirkan akan berpenyakit sama di bulan-bulan pertama, bahkan bisa lebih akut.

Terdapat tiga jenis beri-beri, yaitu :

beri-beri kering
Beri-beri kering memiliki gejala kaki terasa tebal dan kesemutan pada anggota badan. Otot lelah dan kekuatannya berkurang. Tahap akhir, anggota badan layuh dan penderita berjalan seperti ayam. Sering sesak napas dan jantung berdebar-debar bila sedikit berkegiatan.
beri-beri basah
Memiliki ciri adanya pembengkakan dari kaki, tungkai bawah, lalu muka, dan bagian tubuh lain. Bila betis yang bengkak ditekan, terbentuk cekungan yang tak segera hilang dan terasa sakit.
beri-beri jantung
ditandai dengan rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat.

Sedangkan beri-beri akut pada bayi bisa terjadi tiba-tiba. Badannya kaku dan tegang termasuk pada dinding perutnya. Mukanya bisa membiru. Bayi bisa meninggal mendadak. Gejalanya mirip dengan tetanus. Sementara itu, beri-beri kronis menimbulkan gangguan pencernaan,muntah-muntah, dan sembelit berulang-ulang. Bayi bisa kekurangan airdan menjadi pucat, gelisah, dan banyak menangis. Bayi melemah dan bisa meninggal mendadak karena gangguan jantung.

Lalu bagaimana langkah pencegahannya? Hmmmmm, menurut sumbaer yang aku buka, penyakit beri-beri bisa dicegah dengan penambahan vitamin B1 dalam makanan sehari-hari. Makan beras tumbuk akan lebih baik, ditambah ikan, telur, daging, kacang-kacangan, tempe, oncom, tomat, tering, bayam, selada, melinjo, pepaya, jeruk, dan pisang.

Ok, apakah kita harus menunggu kita atau orang-orang terdekat kita terkena penyakit ini? Hmmmm, tentunya kata tidaklah yang akan menjadi jawaban kita semua, dan makadari itu mari kita lakukan langkah-langkah pencegahannya. Semoga bermanfaat, dan pada postingan yang akan datang aku akan coba share tentang ramuan tradisional untuk penyakit ini.

Leave a Reply