Sekilas Perkembangan Teknologi Bayi Tabung

Nah, pastinya sobat pijatunet sudah pada tau apa bayi tabung itu. Ya, paling tidak sudah pernah dengar dari berita atau mungkin ada orang-orang disekitar sobat yang pernah memanfaatkan teknologi ini. Yap, Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris:in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil. Prosesnya terdiri dari mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. (itu sih kutipan dari Wikipedia Indonesia sob, heheheh)

Pada hakekatnya program bayi tabung bertujuan untuk membantu pasangan suami istri yang tidak mampu melahirkan keturunan secara alami yang disebabkan karena ada kelainan Pada tubanya, seperti endometriosis( radang pada selaput lender rahim, oligosperrnia (sperma suami kurang baik, unexplained infertility ( tidak dapat diterangkan sebabnya ) dan adanya faktor immunologic ( faktor kekebalan). Dan memang ternyata program bayi tabung ini mampu . memberi kebahagiaan bagi pasangan suami istri yang mandul untuk mendapatkan keturunan. Namun sebagai mana kita tau, dibalik semua itu ternyata program bayi tabung menimbulkan persoalan di bidang agama dan hukum.

Adapun proses teknologi bayi tabung pertama kali dilakukan oleh Dr. P. C. Steptoe dan Dr. R. G. Edwards atas pasangan suami istri Jhon Brown dan Leslie, sperma dan ovum yang digunakan berasal dari pasangan suami istri, kemudian embrionya ditransplantasikan ke dalam rahim istrinya., sehingga pada tanggal 25 Juli 1978 lahirlah bayi tabung yang pertama yang bernama Louise Brown di Oldham Inggris yang berat badan 2.700 gr. Dan setelah berhasil Dr. Pic. Steptoe, dan Dr. R.G. Edwards maka berturut-turut lahirlah bayi tabung ke-2 yang bernama Candice Reid di Australia pada tahun 1980, yang ke-3 bemama Elizabet Can di Amerika pada bulan Desember 1981.

Menurut American Medical Association dalam pertengahan tahun 1983 tercatat 100 bayi tabung di sebelas negara yaitu Inggris, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jepang dan Singapura. Sedangkan menurut Jhon Naisbitt dan Patricia Aburdene bahwa menjelang awal tahun 1989 lebih dari 1.000 anak dilahirkan oleh ibu pengganti yang menggunakan teknik bayi tabung.

Lalu bagaimana perkembangan dinegara Indonesia tercinta ini? Hmmmmmm, di Indonesia sendiri sebagai negara berkembang juga telah mampu mengembangkan program bayi tabung dan mengalami sukses yang luar biasa, yaitu dengan lahimya bayi tabung pertama yang bernama Nugroho Karyanto, pada tanggal 2 Mei 1988 dari pasangan suami istri Tn. Markus dan Ny. Chai Ai Lian. Bayi tabung kedua lahir pada tanggal 6 Maret 1988 bernama stefanus Geovani dari pasangan suami istri Dr. Jani Dipokusumo dan Ny. Angela, bayi tabung ke~3 lahir pada tanggal 22 Januari 1989 bernama Dracide Chandra, bayi tabung ke-4 lahir pada tanggal 27 Maret 1989 kembar 3 dari pasangan suami istri Tn. Wijaya dan ke-3 bayi ini oleh ibu Tien Soeharto diberi nama Melati-Suci-Lestari, bayi tabung ke-5 lahir tanggal 30 Juli 1989 bernama Azwar Abimoto dan kemudian yang selanjutnya lahir pada tanggal 15 Februari l990(Fred Ameln,1991:98). Kesemua bayi tersebut lahir di rumah sakit anak dan bersalin Harapan Kita Jakarta, dan RS inilah yang pertama mengembangkan program bayi tabung di Indonesia.

Ok sob, sekedar penambah pengetahuan kita tentang bayi tabung ini. Terlepas dengan kontrofersi yang memang banyak bermunculan dengan digunakannya teknologi ini, paling tidak apabila kita mengetahui walau sedikit tentang permasalahan bayi tabung ini kita bisa sedikit menarik kesimpulan baik maupun tidaknya apabila teknologi ini dikembangkan, dan tulisan ini aku kutip dari beberapa sumber.

Leave a Reply