Bagaimana Saya Mengoprasikan Computer?

Mungkin dari temen-temen semua ada yang penasaran bagaimana cara saya mengoprasikan computer dengan tanpa penglihatan ya? Hmmmmmmm, apa malah ada yang berkata “nggak penting” ya? Ya, sudahlah saya abaikan saja yang berpendapat seperti itu. Ada sebuah program computer yang membantu saya dalam mengoprasikan computer teman. Apakah itu? JAWS For Windows (JFW). Ha ha! Ya inilah program itu. Sebenarnya apa sih JFW itu? Untuk jelasnya silahkan temen-temen baca postingan saya tentang JAWS For Windows ini disini. Dalam postingan saya itu terdapat sedikit penjelasan tentang program pembaca layar ini. Program JAWS ini bertugas membacakan semua apa yang ada pada layar monitor computer saya. JAWS membaca semua bagian-bagian yang dilewati krusor. Bingung nggak sih teman? Hmmmm, atau begini ajalah, bayangkan saja temen-temen mengoprasikan computer dengan mata tertutup, dan disamping temen-temen ada seseorang yang menyebutkan berada dimana posisi krusor yang sedang kalian gerakan, dan seperti itulah kurang lebih cara kerja JAWS ini, dan orang yang membantu tadi digantikan tugasnya oleh program pembaca layar ini. Jadi seperti punya pembaca pribadi gitulah kali ya? Lalu untuk access internet gimana? Ya, tentunya sama saja dengan orang kebanyakan. Sedangkan computer yang saya gunakan juga sama percis dengan computer yang biasa temen-temen gunakan, tidak ada tambahan lain dari computer saya selain program pembaca layar tadi. Dari bentuk dan susunan keyboard, layar monitor, dan semua sama saja dengan yang biasa digunakan orang kebanyakan. Lalu seperti apa saya mengenali semua posisi tombol-tombol keyboardnya? Ya, tentu saja bagi temen-temen yang menguasai tehnik mengetik 10 jari juga melakukan apa yang saya lakukan. Bagi mereka yang sudah mahir dengan tehnik mengetik 10 jari tentunya sudah tidak perlu melihat keyboard lagi saat mengoprasikan computer, karena sudah menguasai dan hafal dari posisi dan fungsi dari masing-masing tombol yang ada. Kelemahan dari JFW ini adalah, belum adanya JFW yang berbahasa Indonesia, jadi semua yang berbahasa Indonesiapun dibaca dengan ejaan dan dialek bahasa Inggris. Ingat, bukan dibaca dengan bahasa Inggris, tapi dibaca dengan gaya bahasa, ejaan, dan lafal bahasa Inggris. Dengan keadaan ini, kadang bahasa yang disebutkan atau diucapkan JFW ini kadang terdengar rancuh dan aneh. Atau kalau boleh saya gambarkan, seperti seseorang yang berasal dari negara Inggris, dan tidak bisa berbahasa Indonesia membaca tulisan bahasa Indonesia. Hmmmm, atau temen-temen kalau ingat perjuangan, seperti para penjajah yang berdialog dengan bahasa Indonesia, sehingga pada awal saya pertamakali menggunakannya harus beradabtasi dulu dengan bahasa robot ini. Selain itu, JAWS inipun tidak mau membaca bagian-bagian yang dilewati oleh krusor most, sehingga saya tidak pernah menggunakan most untuk bernafigasi menu-menu dalam computer. Saya hanya menggunakan tombol panah atas-bawah, kanan-kiri pada keyboard untuk menggantikan fungsi moust tersebut, dan sepertinya saya tidak ada kendala walaupun saya tidak bisa menggunakan moust, karena semua fungsi pada moust terdapat pada beberapa tombol keyboard. Mungkin seperti itulah teman, sekedar untuk menambah pengetahuan kita semua, dan semoga saja bisa menjawab kepenasaran beberapa temen-temen saya yang pernah menanyakan hal ini. Banyak sekali kekurangan tentunya, dan semoga saya bisa memperbaikinya pada postingan saya yang berikutnya.

Related Posts

Comments